Pengalaman Bagaimana ASI dan Menyusui menjadi Penyelamat Jiwa dan Nyawa PDF Print E-mail
Written by Juni Simorangkir   
Sunday, 17 January 2010 22:48

Aku adalah seorang ibu muda dan memiliki seorang putri yang saat ini berumur 2,5 bulan dengan berat 6,1 kg. Dari sejak lahir dia hanya kuberi ASI. Karena sejak gadis aku sudah sangat berniat akan memberikan ASI Eksklusif kepada anakku kelak, hal tersebut didukung oleh makin bertambahnya pengetahuanku tentang ASI dan Menyusui saat berteman dengan seorang dokter spesialis anak serta dukungan keluarga.

Aku berasal dari suku batak, dimana ada salah satu adat harus membawa anak yang baru lahir ( terlebih anak pertama ) ke rumah orang tua ibunya yaitu orangtuaku. Dan kami akan melaksanakan adat tersebut, yang hadir antara lain kerabat yang dianggap dekat dan sangat dihormati di kalangan keluarga seperti oppung (kakek dan nenek), tulang (paman dari ibuku dan saudara laki-laki ibuku), beserta mertuaku dan handai taulan lainnya.

Inti dari acara ini adalah menyerahkan anakku kepada kakek dan neneknya yaitu orangtuaku sekalian untuk menggunting beberapa helai rambutnya, dan kerabat lainnya memberi ulos kepada anakku sebagai tanda kasih sayang. Acara yang sakral itu butuh waktu dan tentunya aku dan anakku tidak bisa keluar untuk menyusui karena ikonnya adalah  anakku sementara suasana yang ramai membuatnya gerah, dan cuaca siang hari yang panas membuatnya rewel sekaligus lapar. Demi anakku dan tekadku memberi ASI Eksklusif, aku tetap menyusui walaupun acara tetap berlangsung dan disaksikan semua keluarga dan kerabat, terlebih saat mangulosi (memberi ulos) kepada anakku. Sebenarnya aku sangat malu karena mamae ku lebih jelas terlihat karena posisiku yang duduk di lantai sementara mereka berdiri, tapi aku yakinkan diri saja bahwa mereka akan maklum.

Beberapa orang dari kerabat merasa asing dengan tingkahku sehingga mereka menyarankan memberi anakku susu formula agar aku bisa lebih tenang mengikuti acara tersebut, namun aku tidak setuju karena hanya ASI yang terbaik untuk anakku.

Aku sangat percaya ASI akan membuat anakku menjadi sehat dan daya tahan tubuh serta kecerdasannya akan sangat baik. Dengan menyusui ikatan batin ibu dan anak juga lebih dekat dan dapat mempengaruhi kejiwaannya ke arah yang lebih baik.

Dengan berani ambil resiko untuk menyusui dalam keadaan darurat sekalipun akan memberi dampak yang positif bagi jiwa dan nyawa anak.

Comments
Add New Search RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Thursday, 02 September 2010 04:47 )
 
Membaca Update artikel kami via email, mau?
Alamat Email:

Konsultasi ASI Online