AIR SUSU IBU (ASI) Sebagai Penyelamat Bayi dari Ibu dengan HIV Positif PDF Print E-mail
Written by Nur Handayani Utami   
Sunday, 17 January 2010 22:28
Article Index
AIR SUSU IBU (ASI) Sebagai Penyelamat Bayi dari Ibu dengan HIV Positif
Morbiditas dan mortalitas
pertumbuhan
Transmisi HIV
kesimpulan
Daftar Pustaka
All Pages

Pendahuluan

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi, dan ASI juga dapat menurunkan resiko kesakitan pada anak-anak, terutama sakit pada saluran pencernaan dan infeksi saluran nafas,

ASI juga dapat meningkatkan kualitas hidup pada anak dan juga kesehatan ibu melalui jarak kehamilan.  Pada tahun 2001, Persatuan Kesehatan Dunia (the World Health Assembly) mengeluarkan rekomendasi bahwa bayi harus diberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan pertama dalam kehidupannya untuk mendapatkan tingkat pertumbuhan, perkembangan serta kesehatan yang optimal.  Setelah itu, bayi juga harus mendapatkan makanan pendamping yang bergizi dan juga aman selain ASI yang diberikan sampai usia 24 bulan (WHO, 2007).

 

Sejak awal pandemik HIV sampai 2006, 2.3 juta anak-anak di dunia berusia kurang dari 15 tahun hidup dengan HIV dan diperkirakan sekitar 530 000 anak-anak berusia kurang dari 15 tahun yang baru terinfeksi oleh HIV pada tahun 2006, hampir selalu disebabkan oleh transmisi dari ibu kepada anak (mother-to-child transmission (MTCT)). Seperti yang dikemukakan sebelumnya bahwa ASI dapat memberikan dampak kesehatan yang baik bagi bayi dan anak, namun HIV dapat ditularkan dari ibu yang positif HIV kepada bayinya melalui proses menyusui. Di Afrika, HIV/AIDS merupakan penyebab penting terjadinya kematian pada anak-anak dibawah usia lima tahun. Penurunan transmisi ini (MTCT) merupakan salah satu perhatian para peneliti, tenaga kesehatan professional, pembuat kebijakan dan juga para wanita dengan HIV positif di banyak negara berkembang  (WHO, 2007).

Panduan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menitikberatkan pada pentingnya menurunkan resiko transmisi HIV dari ibu ke bayinya, di lain pihak juga meminimalkan resiko kesakitan maupun kematian terhadap bayi dengan diberikannya makanan pengganti. Disebutkan bahwa “pemberian makanan pada bayi dari ibu dengan HIV positif adalah disesuaikan dengan keadaan individual ibu itu sendiri, termasuk didalamnya adalah keadaan kesehatan ibu tersebut, keadaan lingkungan dan juga ketersediaan pelayanan dan konseling kesehatan dan juga dukungan yang dibutuhkannya.  ASI eksklusif direkomendasikan bagi ibu dengan HIV positif selama 6 bulan pertama kecuali jika tersedia makanan pengganti yang dapat diterima (acceptable), tersedia (feasible), terjangkau (affordable), terpelihara (sustainable) dan aman (safe). Bila makanan pengganti dapat memenuhi 5 kriteria tersebut maka pemberian ASI tidak direkomendasikan (WHO, 2009).

Sejalan dengan rekomendasi tersebut maka kajian ini dibuat dengan tujuan untuk mengkaji studi-studi yang berkaitan dengan keutamaan ASI bagi bayi dari ibu dengan HIV positif.

 



Comments
Add New Search RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Wednesday, 25 August 2010 11:08 )
 
Membaca Update artikel kami via email, mau?
Alamat Email:

Konsultasi ASI Online